Panembahan Senopati

Nuladha laku utama
Tumraping wong tanah Jawi
Wong agung ing Ngeksiganda
Panembahan Senapati
Kapati amarsudi
Sudaning hawa lan nepsu
Pinesu tapa brata
Tanapi ing siyang ratri
Amamangun karyenak tyasing sasama

Teladani sikap terpuji tokoh besar Mataram, yaitu Panembahan Senapati,
Tekun dan berupaya sepenuh hati, demi terkendalinya hawa dan nafsu
Dengan jalan bertapabrata, baik siang maupun malam, dengan harapan
untuk menciptakan ketentraman bathin sesama mahluk.



Samangsane pasamuwan
Mamangun marta martani
Sinambi ing saben mangsa
Kala-kalaning ngasepi
Lalana teka-teki
Nggayuh geyonganing kayun
Kayungyun eninging tyas
Sanityasa pinrihatin
Pungguh panggah cegah dhahar lawan guling

Dalam setiap kesempatan pertemuan, selalu membangun semangat dan memberi warta yang menyejukkan. Di waktu-waktu tertentu gemar berkelana untuk bertapa untuk meraih cita-cita. Teramat cinta dengan keheningan bathin, senantiasa hidup prihatin, yakni tetap teguh dalam membiasakan diri mengurangi makan dan tidur.

Salam Hormat,

Ki Jero Martani

1 komentar:

Abu Ammar mengatakan...

Salam kenal yaaa. Tulisan yang menarik, kunjungi blogku juga ya pak.bu, mas dan mbak!. Tak ada yang lebih menyedihkan dan mengharukan dari kisah Mangir pembayun, seperti juga ketika saya bersimpuh di makam Pembayun di Kebayunan Tapos Depok Jawa Barat, bersebelahan dengan makam anaknya Raden Bagus Wonoboyo dan makam Tumenggung Upashanta, kadang sebagai trah Mangir, aku merasa bahwa akhirnya mataram dan mangir bersatu mengusir penjajah Belanda di tahun 1628-29, cobalah cermati makam cucu Pembayun yang bernama Utari Sandi Jayaningsih, Penyanyi batavia yang akhirnya memenggal kepala Jaan Pieterz Soen Coen pada tanggal 20 September 1629, setelah sebelumnya membunuh Eva Ment istri JP Coen 4 hari sebelumnya, kepala JP Coen yang dipenggal oleh Utari inilah yang dimakamkan di tangga Imogiri, Spionase mataram lagi lagi dijalankan oleh cucu Pembayun dan ki Ageng Mangir, informasi buka http://pahlawan-kali-sunter.blogspot.com/2013/01/ki-ageng-mangir-mempunyai-keturunan-di.html